19 Maret 2025 – Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal dengan menetapkan Desa Watalara sebagai “Desa Ikan” dalam program pengelolaan ketahanan pangan 20% Dana Desa (DD) tahun 2025. Dengan fokus utama pada perikanan air tawar, desa ini siap mengembangkan sektor budidaya ikan guna meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, perubahan kebijakan terbaru memastikan bahwa peningkatan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (Bundes), termasuk Bimbingan Teknis (Bimtek) dan On the Job Training (OJT), tidak lagi dibebankan pada APBDes. Sebagai gantinya, pendanaan akan dialokasikan dari 20% Dana Desa yang diperuntukkan bagi ketahanan pangan, yang akan dikelola secara swakelola oleh masyarakat desa.
Fokus Desa Watalara: Perikanan Air Tawar sebagai Tulang Punggung Ekonomi Desa
Dengan tema "Desa Ikan", Desa Watalara akan mengembangkan sektor perikanan air tawar, yang mencakup:
Masyarakat dan Pemangku
Kepentingan Mendukung Penuh
Kepala Desa Watalara, Tomy
Ansyar, S.Si., MT, menyatakan dukungan penuhnya terhadap program ini.
Menurutnya, inisiatif ini adalah langkah strategis dalam memperkuat ketahanan
pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
"Kami sangat mendukung
program pusat mengenai ketahanan pangan ini. Dengan adanya dukungan dari Dana
Desa, kami optimis Desa Watalara akan menjadi desa perikanan air tawar yang
maju dan mandiri," ujar Tomy Ansyar.
Dukungan serupa juga datang dari
berbagai pemangku kepentingan:
- Sugiarto, S.Pd, Koordinator TAPM Kabupaten Kolaka, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan desa melalui sektor perikanan.
- Sainuddin, S.Pt., M.Pt, Korcam PD Kecamatan Baula, menekankan pentingnya pendampingan teknis untuk memastikan keberhasilan program ini.
- Yuson, S.Kom, PLD Kecamatan Baula, menegaskan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan stakeholder lainnya menjadi kunci keberhasilan program Desa Ikan.
- Adam Anta, Ketua BPD Watalara, mengapresiasi langkah ini sebagai strategi jangka panjang dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
Membangun Desa Mandiri dan
Berdaya Saing
Dengan dukungan dari Dana
Ketahanan Pangan 20%, Desa Watalara berpeluang menjadi sentra perikanan air
tawar yang berkelanjutan dan berdaya saing. Kebijakan ini diharapkan tidak
hanya meningkatkan hasil produksi ikan, tetapi juga membuka peluang usaha baru,
menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan lokal.
“Desa Ikan bukan hanya konsep,
tetapi langkah nyata Desa Watalara menuju masa depan yang lebih maju, mandiri,
dan sejahtera!”
Post a Comment